Rabu, 12 Juni 2013

Belajar untuk Hidup

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 06.58
Mungkin banyak sahabat yang sudah tau dan merasakan asam garam kehidupan di dunia ini atau mungkin sahabat jauh lebih mengerti hidup dari pada saya. Catatan ini saya tulis karena saya rasa saya masih perlu belajar untuk hidup dan bagaimana rasa seseorang yang hidup. Bukan berarti saya ini arwah gentayangan yang sudah tidak merasakan kehidupan. Tapi saya belum benar-benar mengerti cara untuk hidup dan bertahan dari derasnya alur kehidupan.
Terkadang saya berpikir hidup itu bagaikan luasnya lautan yang perlu diarungi, dan hidup akan di menangkan oleh nakhoda yang benar-benar mengerti cara mengarungi lautan tersebut. Atau hidup ini layaknya pappus bunga dandelion yang akan berterbangan dengan bebas ketika kita meniupnya. Banyak hal yang tidak saya mengerti tentang hidup ini. Semakin banyak pula simpul kehidupan yang bahkan saya tak mampu sama sekali untuk menguraikannya.
Seseorang mungkin dapat dengan bangga menguraikan kisah hidupnya dan ada juga seseorang yang sangat enggan menguraikannya. Bukan berarti ia malu dan tak senang dengan hidupnya, melainkan begitu kompleks dan eratnya simpul yang harus ia hadapi. Bagaimana dengan sahabat pembaca ?
Lantas bagaimana dengan hidup saya ? saya sendiri tak tau arus mana yang telah saya ikuti. Terkadang hal yang menurut saya baik belum tentu dipandang baik oleh orang lain. Oke, itu kembali pada perspektif masing-masing individu dalam memahami hidup. Saya tak memungkiri bahwa banyak hal yang saya tak sepaham dengan orang di sekitar saya. Tidak jauh-jauh, dalam keluarga saya sendiri saja banyak terjadi masalah. Bahkan terkadang saya berpikir keluarga saya ladang masalah. Seberapapun saya berusaha memahami dan toleran serta menyayangi mereka, tetap saja ada banyak hal yang kurang pas di hati saya.
Ayah, Ibu bolehkah saya mengutarakan isi hati saya? Pertanyaan tersebut sering terlintas di pikiran saya. Yah, saya akui walaupun saya tinggal bersama orang tua tapi yang saya rasakan bagaikan anak kos yang numpang untuk tidur dan terkadang memang tidak diperdulikan. Bahkan terkadang saya merasa iri terhadap teman-teman kos saya yang mempunyai banyak teman dikosannya yang dapat berbagi suka maupun duka.
Ayah, Ibu. Saya diam bukan berarti saya tak mengerti hal yang menjadi masalah pada keluarga. Mungkin saya terlalu pengecut untuk hanya sekedar membela diri saya sendiri. Jika bisa saya berteriak setiap pagi saya ingin mengatakan jangan bertengkar. Saya benci melihat kalian yang selalu berteriak-teriak setiap pagi. Ayah bisakah sedikit saja mengerti putrinya yang satu ini? Ibu bisakah juga mengerti saya?
Ayah saya mohon jangan memaksakan kehendak ayah pada semua keluarga. Saya mengerti posisi ayah sebagai kepala keluarga yang memiliki semua kuasa atas sendi pada keluarga. Tapi bisakah ayah mengerti perasaan anggota keluarga. Mungkin dibandingkan dengan adik saya merasa lebih jauh dari kasih sayang seorang ayah. Dari kecil ayah mendidik saya dengan keras dan peraturan yang benar-benar membuat saya merasa sangat lemah. Saya selalu menjadi sasaran ayah ketika di rumah ada yang tidak beres. Bahkan terkadang kenangan manis dan hangatnya seorang  ayah seolah menjadi mimpi bagi saya dan hanya tersisa kenangan pahit yang harus saya reguk.
Ibu, saya sayang ibu dengan ayah. Terkadang alangkah lebih baiknya jika permasalah pada  keluarga di selesaikan antara ibu dan ayah saja. Saya sebagai anak merasa tak perlu melihat dan mendengar kalian berdua setiap hari bertengkar. Hal ini membuat saya benar-benar menjadi seorang anak yang tak berguna untuk hidup di dunia ini. Saya mengutarakan semua bukan berarti saya merasa benar. Saya hanya merasa tak kuat jika setiap hari harus seperti ini. Ini terlalu berat buat saya.
Saya tidak berusaha untuk menjatuhkan atau memoles bagus keluarga saya. Ini adalah pandangan saya tentang hidup yang selama ini saya lalui. Saya sadar keluarga saya mencerminkan diri dan hidup saya. Kembali pada pepatah bijak yang menyatakan bahwa tak ada manusia yang sempurna. Hal tersebut layaknya cambuk bagi saya untuk tetap bernafas dan berusaha tidak lari lagi dari hidup saya. Inilah hidup saya sahabat.

0 komentar:

Posting Komentar

 

^_^ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review