Tampilkan postingan dengan label never give up. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label never give up. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 September 2018

Finally "done"

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 09.39 0 komentar
This  is just my journey for last 2 years
Honestly I don't have plan to study in those place, really unpredictable

Many things happened to me during those time
Happiness, tears, dissappoint, sadness
All of things never I imagined before

I just passed 
You know I never want it, but it happened 

I tried harder to made it my passion

The only thing that I love from it
"I love study"
that's all

The first time, I felt so strange
But the last I already accepted my path

Might be 2 years past would be my nightmare
But Allah always cherish me, He took me around people whose very inspire me

They all my power to stay positive and grateful for this way

Thank you for having me 
Thanks for tons of support to me

I'm so blessed to have you
😇😇😇😇



 

 


 




 


 
 Finally...

Senin, 23 Juni 2014

An-Nur ; 35

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 05.54 0 komentar





Kamis, 17 April 2014

Good luck

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 07.29 0 komentar
bismillah, persiapan buat ujian minggu depan, semangat ya nduk :)


Sabtu, 22 Maret 2014

Tentang Hidup

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 17.16 0 komentar
Ketika kemalasan mulai menggelitik, ingatlah masalah kematian.
Seberapa banyak persiapan untuk bekalmu kelak?
Yakinkah engkau akan mendapat surat cinta dari Izrail?
Yakinkah engkau dapat menjawab obrolan munkar dan nakir?
Yakinkah engkau bangkit dari tidur panjangmu dengan wajah berseri dikala Israfil meniupkan sangkakalanya?
Yakinkah engkau mampu melawati shirath untuk bertemu Ridhwan diujung pintu kebahagiaan?

Rabu, 12 Juni 2013

Belajar untuk Hidup

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 06.58 0 komentar
Mungkin banyak sahabat yang sudah tau dan merasakan asam garam kehidupan di dunia ini atau mungkin sahabat jauh lebih mengerti hidup dari pada saya. Catatan ini saya tulis karena saya rasa saya masih perlu belajar untuk hidup dan bagaimana rasa seseorang yang hidup. Bukan berarti saya ini arwah gentayangan yang sudah tidak merasakan kehidupan. Tapi saya belum benar-benar mengerti cara untuk hidup dan bertahan dari derasnya alur kehidupan.
Terkadang saya berpikir hidup itu bagaikan luasnya lautan yang perlu diarungi, dan hidup akan di menangkan oleh nakhoda yang benar-benar mengerti cara mengarungi lautan tersebut. Atau hidup ini layaknya pappus bunga dandelion yang akan berterbangan dengan bebas ketika kita meniupnya. Banyak hal yang tidak saya mengerti tentang hidup ini. Semakin banyak pula simpul kehidupan yang bahkan saya tak mampu sama sekali untuk menguraikannya.
Seseorang mungkin dapat dengan bangga menguraikan kisah hidupnya dan ada juga seseorang yang sangat enggan menguraikannya. Bukan berarti ia malu dan tak senang dengan hidupnya, melainkan begitu kompleks dan eratnya simpul yang harus ia hadapi. Bagaimana dengan sahabat pembaca ?
Lantas bagaimana dengan hidup saya ? saya sendiri tak tau arus mana yang telah saya ikuti. Terkadang hal yang menurut saya baik belum tentu dipandang baik oleh orang lain. Oke, itu kembali pada perspektif masing-masing individu dalam memahami hidup. Saya tak memungkiri bahwa banyak hal yang saya tak sepaham dengan orang di sekitar saya. Tidak jauh-jauh, dalam keluarga saya sendiri saja banyak terjadi masalah. Bahkan terkadang saya berpikir keluarga saya ladang masalah. Seberapapun saya berusaha memahami dan toleran serta menyayangi mereka, tetap saja ada banyak hal yang kurang pas di hati saya.
Ayah, Ibu bolehkah saya mengutarakan isi hati saya? Pertanyaan tersebut sering terlintas di pikiran saya. Yah, saya akui walaupun saya tinggal bersama orang tua tapi yang saya rasakan bagaikan anak kos yang numpang untuk tidur dan terkadang memang tidak diperdulikan. Bahkan terkadang saya merasa iri terhadap teman-teman kos saya yang mempunyai banyak teman dikosannya yang dapat berbagi suka maupun duka.
Ayah, Ibu. Saya diam bukan berarti saya tak mengerti hal yang menjadi masalah pada keluarga. Mungkin saya terlalu pengecut untuk hanya sekedar membela diri saya sendiri. Jika bisa saya berteriak setiap pagi saya ingin mengatakan jangan bertengkar. Saya benci melihat kalian yang selalu berteriak-teriak setiap pagi. Ayah bisakah sedikit saja mengerti putrinya yang satu ini? Ibu bisakah juga mengerti saya?
Ayah saya mohon jangan memaksakan kehendak ayah pada semua keluarga. Saya mengerti posisi ayah sebagai kepala keluarga yang memiliki semua kuasa atas sendi pada keluarga. Tapi bisakah ayah mengerti perasaan anggota keluarga. Mungkin dibandingkan dengan adik saya merasa lebih jauh dari kasih sayang seorang ayah. Dari kecil ayah mendidik saya dengan keras dan peraturan yang benar-benar membuat saya merasa sangat lemah. Saya selalu menjadi sasaran ayah ketika di rumah ada yang tidak beres. Bahkan terkadang kenangan manis dan hangatnya seorang  ayah seolah menjadi mimpi bagi saya dan hanya tersisa kenangan pahit yang harus saya reguk.
Ibu, saya sayang ibu dengan ayah. Terkadang alangkah lebih baiknya jika permasalah pada  keluarga di selesaikan antara ibu dan ayah saja. Saya sebagai anak merasa tak perlu melihat dan mendengar kalian berdua setiap hari bertengkar. Hal ini membuat saya benar-benar menjadi seorang anak yang tak berguna untuk hidup di dunia ini. Saya mengutarakan semua bukan berarti saya merasa benar. Saya hanya merasa tak kuat jika setiap hari harus seperti ini. Ini terlalu berat buat saya.
Saya tidak berusaha untuk menjatuhkan atau memoles bagus keluarga saya. Ini adalah pandangan saya tentang hidup yang selama ini saya lalui. Saya sadar keluarga saya mencerminkan diri dan hidup saya. Kembali pada pepatah bijak yang menyatakan bahwa tak ada manusia yang sempurna. Hal tersebut layaknya cambuk bagi saya untuk tetap bernafas dan berusaha tidak lari lagi dari hidup saya. Inilah hidup saya sahabat.

Minggu, 17 Maret 2013

Ibu

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 09.44 0 komentar

Rabu, 06 Maret 2013

focus

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 20.58 0 komentar

Kamis, 28 Februari 2013

healthy

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 21.22 0 komentar
ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﷲ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﷲﻭﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ ﻭﺍﷲ ﺃﻛﺒﺮ ﻭﻻﺣﻭﻻ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ ﺇﻻ ﺑﺎﷲ


Glory be to Allah, All praise is to Allah, there is no god but Allah. There is no power and no strength except in Allah

#sangatbersyukurmeliahtnyasehatkembali#

Selasa, 19 Februari 2013

Me vs Galau

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 06.27 9 komentar


Hmm..judulnya frontal banget ini ^^v. So?? Why?? Ono opo??
Galau, apa sih di benak sahabat ketika seseorang sedang galau? ndak punya semangat?  Murung ? ato muka kusut kelipet-lipet ? Owh, jadi gitu ya klo lagi galau. So?? *lagi..hehehe
Jika selama ini, mindset itu yang nancep dibenak sahabat, aye kira salah besar, ato hmm kurang bener lebih tepatnya *apa bedanya enur? -_-“

Hahaha..galau itu merupakan sisi terbaik kita untuk mengobarkan semangat. Kok bisa?? -_-?”
Why not ? Jika orang lain murung ketika galau, maka aye berani beda. Lain itu asik lo. Aye justru saat galau-lah keliatan ceria tanpa masalah. Dasar enur stress..! ups, jangan ngumpat-ngumpat gitu dong :D
Astaghfirullah ..
                                                                   
Dan hal ini emang bener, ketika aye bener2 suntuk dengan semua masalah aye, aye akan lari ke mushola, bolak-balik perpus minjem buku, nyari kegiatan ato kepanitiaan yang seabrek, update terus media massa termasuk blog (jadi klo enur bolak balik ngeposting di blog lagi galau ya). Ups! Keceplosan, hahaha..

Semua itu tidak lain dan tidak salah (jadi bener?)  hanya bertujuan satu “SAY NO TO GALAU”. Dan ini terbukti efektif lho, beneran ndak OmDo (baca-Omong Doang ) sumpritt ! Ndak percaya ? Perlu bukti? Aye kasih tau ya, tapi rahasia kita aja oke, hehehe blog ini juga aye buat coz pada waktu itu aye lagi sad, down, and galau banget, jadi efektif juga galaunya, iya kan? :P

Termasuk tulisan yang sekarang sahabat baca. Tulisan ini aye ketik ketika aye bener2 lagi galau sampai mata sulit di buat merem alias kebawa pikiran terus selama 2 minggu belakangan, hingga rasanya mau meledak karena over galau (red-lebay).  Yah, klo di list mungkin beberapa lembar cukup untuk nulis di Diary Kegalauan Rune. Mulai dari masalah kuliah sampai penyesalan yang amat sangat dan tak ingin mengulangi kayak kelakuan aye yang kekanak-kanakan dan suka usil ma orang-orang di sekitar aye. Hehehe,,termasuk maaf bagi seseorang yang beberapa waktu lalu sering aye jitak pakai kamera, aye kejar-kejar karena pengen nginjek kakinya, aye omelin panjang kali lebar (untung ndak di kali tinggi)  karena aye gemes harus ngomong kayak gimana lagi *untill speechless –notok jedok- . Tapi dianya tetep sabar walaupun mungkin di hatinya dongkol setengah mati ma aye. Hohoho, gimana ndak sabar coba, siang dia tak cuekin mati-matian, eh sore aye dianter pulang, walaupun dia sendiri juga capek abis kegiatan. Sumpritt aye nyesel uda kayak gitu..peacee..damai..maaf ya bagi yang merasa.. (hahaha – orangnya ndak bakalan buka blog aye, so nyante aje kali.. ^^)

Galau boleh terjadi karena sedih, tekanan batin, tekanan pikiran, tekanan akademik, sampai-sampai tekanan hidrostatik dan tekanan atmosferpun ikut kecantol. *emang nyambung ya? Hahaha ^^v
Tau kah sahabat GALAU nya cuma satu tapi jika di sikapi dengan mellow bakal ngebunuh kita perlahan. Mungkin bahasa kerennya “SLOW BUT SURE IT CAN KILL YOURSELF AND YOUR FUTURE”. Gimana ndak hayo? Klo temen2 tetep mellow kayak cecak kejepit almari and ndak mau gerak, so  dunia ini serasa bakalan  runtuh bagi sahabat. Ndak ada lagi senyum dan tawa sahabat untuk orang-orang tersayang di sekitar sahabat. Padahal sumber inspirasi kita adalah mereka dan begitu pula sebaliknya. Ibaratnya nih ye kata orang fisika, ketika ada aksi maka disitulah timbul reaksi. SO, Aksi yang positif akan membawa reaksi yang positif pula dan begitu sebaliknya. Gampangannya apapun yang kita lakukan untuk sekitar kita akan kembali pada kita sendiri. Pernah denger belum klo kita menginginkan yang terbaik itu berawal dari hal terbaik yang bisa kita berikan? Syukur2,  setelah bertindak kita dapat mengevaluasi diri biar ndak less atopun over.  Jadi ngelakuin sesuatu itu yang balance gitu lo. ^^

Rosulullah pernah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Tirmidzi, kurang lebih seperti ini artinya : “Cintailah seseorang dengan tidak berlebihan, karena suatu saati kamu akan memusuhinya. Dan bencilah seseorang dengan tidak berlebihan, karena suatu saat kamu akan sangat mencintainya.”

So, sahabat aye yang tersayang, make a balance in our life. Galau itu normal dan manusiawi kok, tapi alangkah lebih bijak klo kita bisa menggunakan kegalauan itu untuk mencoba dan meraih pintu lain yang sudah Allah bukakan untuk kita. Jadi untuk apa menyesali hal yang telah terjadi? Tak ada alasan untuk terus termenung dan tetap di tempat tanpa melakukan apapun. Marilah kita melangkah sekarang dengan bismillah.. FIGHTING RUNE !! FIGHTING GUYS !! :P

Senin, 18 Februari 2013

Believe in Allah

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 14.15 10 komentar

not a mistake

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 06.44 12 komentar

Selasa, 15 Januari 2013

just trying my best

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 02.41 3 komentar

Minggu, 30 Desember 2012

I Love Allah

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 18.29 0 komentar
Sahabat, sore ini saya membaca sebuah buku yang diberikan oleh sahabat saya “Galuh”  saat ulang tahun saya beberapa hari yang lalu. Thanks a lot sayang.  Bukunya bagus :). Jujur membuat pikiran dan perasaan saya teraduk-aduk. Subhanallah, tanpa sadar mata saya berkaca-kaca ketika membacanya. Begitu menyentuh. Tanpa pikir panjang saya ingin membagi hal yang saya baca dengan sahabat blogger mania semua. 


Ini adalah buku karya Yadi Saeful Hidayat terbitan Mizania tahun 2012. Judulnya “Aku Jauh Engkau Jauh, Aku Dekat Engkau Dekat (Buatlah Allah Begitu Spesial di Hatimu )”. Dari judul mungkin kita dapat menerka seperti apa isinya. Di dalam buku ini banyak yang dapat kita ambil hikmahnya. Oke tanpa basa basi dan asam asin langsung aja let’s read  it ! ^^


Part 1 : Inna Ma’al ‘Usri Yusran

Apabila seorang mukmin ditimpa satu kesulitan, niscaya Allah akan menjadikan bersama kesulitan itu kemudahan. Sungguh satu kesulitan tidak akan mampu mengalahkan dua kemudahan”

Sahabat, hidup punya dua wajah, kadang senang kadang susah, kadang bahagia kadang sengsara.  Susah dan sengsara harus berada di tengah senag dan bahagia, sebab jika tidak ada, hidup menjadi tidak seimbang. Memang setiap kita tidak lepas dari takdir –Nya, tapi kita diberi pilihan untuk takdir tersebut.  Ikhtiar dan tawakal adalah kuncinya. Allah menyapa kita dengan kesusahan, kesulitan, dan kesedihan yang kita alami tiada lain agar kita bisa meningkatkan derajat penghambaan kita pada-Nya.
Allah memberikan sesuatu pada kita tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya. Percayalah, dalam kesulitan yang menimpa kita terdapat rahmat Allah yang begitu besar. Begitu pula dalam kenikmatan yang kita terima tersimpan rahasia Allah yang perlu kita tangkap. Allah Yang Maha Mengawasi ingin menguji, sejauh mana kita mau bersyukur atas limpahan nikmat yang Dia berikan.
Sedih dan gelisah saat kita susah itu adalah hal yang wajar. Persoalannya, seberapa besar kamauan kita untuk bangkit dari kesedihan itu, dan menyikapinya dengan sikap sabar dan syukur.  Kata-kata yang sering diucapkan Mr. Joker ketika beraksi adalah “ why so serious?” Hidup ini memang akan terasa benar-benar susah, kalau kita memandangnya susah. Tapi, hidup ini akan terasa mudah saat kita menyikapinya dengan mudah. Dalam bahasa Al-Qur’an, dunia ini hanyalah permainan (la’ibun) dan senda gurau (lahwun): seberapa tangkas kita bisa memainkan peranan dan permainan di dunia ini, sehingga kita bisa menjadi pemenang saat menghadapi akhirat nanti.
Ingatkah kita pada kisah wortel, telur, dan biji kopi yang di rebus? Ketiganya berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. Wortel yang semula keras, setelah direbus menjadi lunak dan lemah. Sebaliknya, telur yang semula mudah pecah, setelah di rebus menjadi keras dan kokoh. Dan biji kopi  malah mengubah air yang merebusnya itu. Seperti apakah diri kita? Wortel, telur atau biji kopi?
Sahabat, setelah satu pintu tertutup, pintu lainnya akan terbuka; tetapi kerap kali kita terlalu lama memandangi dan menyesali pintu yang tertutup tersebut sehingga kita tidak melihat pintu yang telah terbuka untuk kita. Manusia sering menunggu-nunggu peluang untuk melakukan kebaikan. Ia baru menyadari kenikmatan setelah ia merasakan akibat dari sikapnya dalam menyia-nyiakan kenikmatan tersebut. Allah memberikan peluang yang sama terhadap hambanya, waktu dan kesehatan. Kedua peluang tersebutlah yang hendaknya dimanfaatkan manusia untuk memaksimalkan potensi yang mereka miliki tanpa batas.
Potensi yang dimiliki manusia layaknya gema kehidupan.  Mungkin sahabat pernah bertanya kenapa manusia yang menjadi khalifah di muka bumi-dan bukan malaikat? Jawabannya adalah karena manusia dibekali dorongan untuk berbuat baik dan buruk. Bayangkan saja, kalau malaikat yang diamanahi tugas kekhalifahan, tentu dunia ini akan datar-datar saja. Tidak ada kompetisi diantara sesama untuk melakukan kebaikan-karena malaikat hanya memiliki unsur-unsur kebaikan.  Mungkin tagline untuk iklan sebuah produk takkan berbunyi seperti : life is never flat.  J
Sahabat, hasil yang kita dapatkan takkan jauh berbeda dengan  seberapa maksimal ikhtiar kita. Kalau berbicara baik, kita pasti akan mendengar efek positif dari perkataan tersebut. Kalau menanam, kita pasti akan menuai hasil. Kalau bekerja dengan baik, kita pasti akan mendapatkan upah atas keringat dan kepayahan yang sudah kita lewati. Dan kalau optimistis menjalani hidup ini, kita pasti akan mendapatkan keberkahan dan optimisme kita.

Kami sepenuhnya yakin dan percaya, kami ini milik Allah dan hanya akan kembali kepada-Nya. Duhai Allah, berilah kami kebaikan untuk ujian yang kami terima, dan gantilah apa yang hilang dari diri kami dengan sesuatu yang lebih baik. Aamiin ya Rabb..

Semilir angin :
“ Hidup layaknya deretan kata yang hanya menyisakan beberapa spasi. Sewaktu-waktu kita butuh tanda koma (,) untuk mengistirahatkan perjalanan kita. Tanda tanya (?) sering kali muncul saat kita kehilangan arah karena ujian yang menimpa kita. Tanda seru (!) juga sesekali hadir saat kenyataan tak sesuai dengan yang diharapkan. Percayalah, perjalanan ini terkadang butuh peta dan catatan petunjuk  dan muhasabah jalan kita. Yakinlah bahwa titik (.) bukan akhir dari segalanya, karena masih banyak kata yang harus diuntai agar menjadi sebuah cerita kehidupan yang indah”. 

Rabu, 31 Oktober 2012

Setegar matahari

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 17.29 2 komentar
Ketika mimpimu yang begitu indah
Tak pernah terwujud ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu
Dan tak pernah sampai ya sudahlah
* apapun yg terjadi ku kan selalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih ’cos everything’s gonna be okay'
Yo satu dari sekian kemungkinan
Kau jatuh tanpa ada harapan
Saat itu raga kupersembahkan
Bersama jiwa cita cinta dan harapan
Kita sambung satu persatu sebab akibat
Tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
Menuntun ke arah mata angin bahagia
Kau dan aku tahu jalan selalu ada
Juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
Bagai deras ombak yang menabrak karang
Namun ku tahu, ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
Hadapi ini bersamaku hingga ajal datang
.....
Mungkin anda tidak asing dengan lirik lagu di atas. Yupz, "ya sudahlah"  kata mas Bondan dan mungkin beberapa hari ini saya merasa sangat sedih dan hampir putus asa dengan hidup saya. Memang hidup ini berat, tapi apa artinya hidup tanpa permasalahan yang harus di hadapi. Hidup mungkin akan terus dalam angan-angan kebahagiaan yang semu jika semua mudah didapatkan. Allah Maha Adil sahabatku, semua yang Dia ciptakan pasti ada manfaatnya meskipun terkadang yang terpahami oleh mata semu manusia hanyalah kepahitannya, kata orang biologi hidup ini  "homeostasis" dalam bidang ekologi.Hehehe,,,*jadi inget ecoton dkk..#ups#

Balik ke permasalahan, so? why ? ono opo se? 

Permasalahan ada karena Allah ingin mengajarkan hamba-Nya untuk memacu diri menjadi lebih baik serta belajar dari kesalahan tersebut. Tentu saja kita sebagai manusia yang berakal tidak akan mau menjadi seperti keledai yang terperosok pada lubang yang sama. Oke saya telah melakukan kesalahan yang tak terhitung dalam seminggu ini dan bahkan selama hidup saya. Jatuh bangun hidup dan impian saya tidak akan menjadi temali yang menjerat langkah saya untuk terus berlari. 

Sahabatku, saya seperti ini bukan berarti saya kuat dan hebat. Tidak!! saya hanya ingin membagi pemikiran saya dengan kalian.

Sahabatku, percaya atau tidak Allah telah memilihkan jalan yang terbaik bagi umat-Nya. Walau terkadang pilihan itu terasa berat sekali untuk dipikul dan dijalani. Dan terkadang kita merasa tak mampu bertahan serta berharap hidup ini berakhir saja. Astaghfirullah, jujur itu yang ada dalam otak saya beberapa hari ini. Jika mengingat hal tersebut saya sangat menyesal sahabat. Saya benar-benar tidak dapat berpikir jernih. Padahal Allah telah menggariskan takdir makhluk-Nya demi kebaikannya sendiri. Bukankan Allah telah berjanji dalam surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6 bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Sungguh halus cara Allah menegur hamba-Nya. Melalui sedikit kesulitan dan kesedihan Allah mengingatkan kita agar kembali kepada-Nya. Jika sekarang masih ada yang merasa Allah tidak adil, marilah kita bersegera mengintrospeksi diri kita  masing-masing dan bertaubat kepada-Nya. Allah sangat menyayangi hamba-Nya. Segala yang terjadi merupakan kuasa dan kehendak-Nya. Tetap ikhlas dan berusaha melakukan yang terbaik sahabatku. Ayo kita bangkit dan tunjukkan pada dunia bahwa kita bisa menjadi "setegar matahari".




*sebenarnya ini curhatan saya...xixixi
maturnuhun nggih uda mau baca... ^^

Sabtu, 27 Oktober 2012

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 05.56 0 komentar

Kamis, 11 Oktober 2012

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 05.59 0 komentar

Sabtu, 06 Oktober 2012

positive thinking

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 11.31 2 komentar
‎"You must stay away from thinking badly of others; and whenever you see someone who thinks badly of others and looks for the faults then know that he is evil on the inside, and his evil is coming out through trying to find faults in others, and he only see others as evil because of the evil inside him. A true Mu'min (believer) tries to make excuses for people's faults (instead of judging them) whereas the Munafiq (hypocrite) looks for their faults, and the Mu'min doesn't hold any ill-feelings in his heart towards any of Allah's creation."
 Imam Al-Ghazali

Selasa, 02 Oktober 2012

I love you so ^^

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 19.05 0 komentar

Jumat, 07 September 2012

super

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 09.04 0 komentar
I asked for Strength...
and God gave me difficulties to make me strong.
I asked for Wisdom...
and God gave me problems to solve.
 I asked for prosperity...
and God gave me a brain and brawn to work.
I asked for Courage…..
and God gave me obstacles to overcome.
I asked for Love...
and God gave me troubled people to help
I asked for Favors...
And God gave me Opportunities.
“I received nothing I wanted but I received everything I needed."

Minggu, 11 Maret 2012

Satu..

Diposting oleh .Enur pengen jadi relawan. di 08.54 0 komentar
Malang, 10 Maret 2012


Satu adalah angka yang pertama dalam urutan angka yang kita pelajari di saat kecil. Ada lagu satu,,satu,,aku sayang ibu dan seterusnya atau instruksi yang di berikan guru selalu di mulai dengan step satu atau pertama. Kalau di pikir-pikir hidup kita ini tidak jauh dari yang namanya angka satu..mungkin angka hoki kali ya?? o.O

Satu,, satu Tuhan kita, Allah. Allah Maha Esa. Dia tau apa yang kita pikirkan, inginkan, dan tentunya yang terbaik untuk kita. Begitu juga pada dunia manusia. Manusia selalu ingin menjadi yang pertama. Entah ini ambisi  atau keinginan semata. Emang ambisi dan keinginan itu beda ?? ya bedalah..Ambisi adalah segala bentuk usaha manusia untuk meraih tujuan dan titik fokus di mana dia berkiprah. Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.

Hakikat angka satu sebenarnya sudah kita peroleh sejak kita dalam proses pembentukan zigot, embrio, dan janin. Kita telah menjadi pemenang dalam memperjuangkan hidup untuk pertama kalinya. Namun sudahkah kita bersyukur atas semua anugerah ini??

Ada sebuah cerita konyol yang saya lakukan hari ini. Hari ini saya menjadi sie acara MTQ di fakultas saya. Kebetulan nih saya jadi MC nya lomba Tartil dan Tilawah. Di lomba tersebut saya juga ikut meramaikan dengan ikut terlibat menjadi peserta juga. Nah lo?? Dobel...Nah saat pengambilan undian tau berapa nomor yang saya dapatkan?? apa 5?? 7?? pengennya.. Dan yang saya dapatkan adalah nomor satu. sumprit himago saya langsung kambuh (-himago- Himpunan Mahasiswa Gopoh). Waduh gimana??
Setelah briefing peserta saya memanggil diri saya sendiri dengan nomor urut satu. #Plak.. Begitu juga pada lomba MKTQ atau LKTA juga terjadi hal yang sama, satu. Namun yang menjadi pertanyaan apakan bisa angka satu itu menjadi yang satu..

Nah, mungkin manusia selalu berusaha menjadi dan mendapatkan yang satu itu. Tapi apakah kita tau bahwa untuk mendapatkan angka satu juga memerlukan usaha yang satu pula. Seperti yang saya fikirkan saat ini. Jika hasil yang saya peroleh nanti tidak seperti yang saya inginkan itu semua karena usaha saya yang belum benar-benar satu. Dalam lomba MKTQ ini aja saya telah memecahkan rekor saya sendiri membuat makalah hanya dua hari jadi terus di kumpul di samping rempong ngurusin proses acaranya. Dan yang lebih parah lagi saya ngerjain presentasinya minus 2 jam sebelum tampil..Waw...nekat banget..

Nah temen-temen itu adalah salah satu contoh yang saya berikan tentang keinginan untuk mendapatkan angka satu. Mungkin ceritanya bosenin atau sedikit tidak nyambung atau mungkin mbulet ya..Ya sudahlah saya kan cuma pengen sharing. Semoga bermanfaat dan menginspirasi ^^v

 

^_^ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review